Lukisan Pointilis karya Georges Seurat

Bagaimana Teknik Pointilis dalam Melukis di Terapkan?

FacebookTwitterGoogle+Share
Lukisan Pointilis karya Paul Signac

Lukisan Pointilis karya Paul Signac

Pada postingan ini kami ingin menyampaikan pembahasan singkat dan sederhana mengenai apa itu teknik pointilis dalam seni lukis. Materi postingan ini kami terjemahkan dari sumber asalnya yang berbahasa Inggris melalui google translate, kemudian kami tulis ulang, mohon dimaklumi jika ada kata atau susunan kalimatnya kurang pas, silahkan membaca…

Secara umum pandangan orang tentang melukis dengan teknik pointilis seolah-olah hanya sekedar mengisi bentuk dengan titik-titik berwarna. Tetapi teknik pointilis seperti yang tampak pada karya pelukis Seurat dan Signac kenyataannya sungguh berbeda, karya seni lukis pointilis mereka tampak lebih teknis dibanding yang umum digunakan saat ini.

Teknik pointilis sebenarnya bertumpu pada trik pandangan mata, bukan hanya sekedar membaurkan titik-titik warna secara bersamaan dalam satu kumpulan titik. Teknik yang sebenarnya adalah membaurkan titik-titik yang terdiri dari dua atau lebih warna yang berbeda atau senada dalam kumpulan titik yang solid yang membentuk warna baru. Ketika hasilnya dilihat dari dekat tentu saja kita hanya akan berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan titik kecil, tetapi ketika kita amati dari jauh perubahan terjadi. Tiba-tiba sebuah gambar yang penuh warna dengan tone yang bertingkat mulai tampak.

Hal lain yang menjadi kualitas menarik dari karya-karya pointilis adalah warna yang diyakini lebih cerah, karena warna tidak dicampur seperti pada metode tradisional yang subtraktif. Alih-alih ingin mencampur warna primer menjadi skunder atau tertier, karya pointilis akan membiarkan penonton melakukannya sendiri. Warna-warna tampak bersinar dan memantul diantara campuran titik-titik warna-warna murni. Pencapuran optik yang terjadi pada karya pointilis ini seperti yang terjadi pada proses warna cahaya di layar komputer yang pencampurannya menghasilkan warna putih bukan hitam. Setidaknya itu teori dibalik kualitas cerah warna-warna pada karya-karya pointilis.

Lukisan Pointilis karya Georges Seurat

Lukisan Pointilis karya Georges Seurat

Walaupun karya-karya pointilis tampak cerah dan hidup, terdapat dua kelemahan utama yaitu tidak tergambarkannya tekstur objek dan sedikit rasa kedalaman. Terlepas dari kenyataan tersebut, karya pointilis luar biasa, seluruh tingkatan warna dapat dicapai, kecuali dua hal tadi, sangat sulit mencapai kualitas yang sama dalam hal kedalaman dan variasi tekstur seperti yang kita temui pada karya-karya yang di buat dengan pencampuran warna secara fisik dan halus dalam metode subtraktif. Tetapi hal tersebut sebenarnya bukan tujuan dari karya pointilis. Karya pointilis adalah tentang mata, warna, energi dan tentang bagian-bagian kecil yang berbeda-beda yang berperan dalam keseluruhan.

Ketika melukis dengan gaya apapun dianggap penting mengamati karya dari jarak tertentu, lebih-lebih melukis dengan gaya pointilis, hal itu sangat penting. Ketika mengamati dari jarak yang dekat kita tidak akan melihat apa-apa selain kumpulan titik. Bagaimana mungkin kita tahu hasil yang kita kreasikan sampai kita mundur ke belakang untuk mengamatinya sesaat setelah kita membubuhkan dua atau tiga titik. Tampaknya hal tersebut agak konyol, tapi itulah yang sebenarnya. Jadi, akan banyak waktu dihabiskan untuk mengamati dari jarak tertentu sampai kemudian kita membubuhkan titik kembali.

Demikian sekelumit teknik pointilis dalam seni lukis.

Postingan ini masih berhubungan dengan posting terdahulu kami mengenai latihan menggambar teknik pointilis.

ADD YOUR COMMENT