masa seni rupa prasejarah

Seni Rupa Jaman Prasejarah Dalam Berbagai Masa

FacebookTwitterGoogle+Share
masa seni rupa prasejarah

kapak batu prasejarah

Seni rupa jaman prasejarah berkembang dalam berbagai masa yang berbeda. Secara umum, masa-masa tersebut terbagi menjadi: jaman paleolitikum, mesolitikum, megalitikum, dan jaman logam. Jaman paleolitikum adalah jaman batu tua yang ditandai dengan banyaknya lukisan gua dan patung-patung. Jaman batu tengah juga banyak dijumpai ragam lukisan gua, patung-patung, dan juga manik-manik. Jaman neolitikum atau jaman batu muda ditandai dengan kebudayaan yang semakin berkembang dan dijumpai seni rupa yang lebih beragam termasuk pahatan dan juga tembikar. Jaman megalitikum adalah jaman batu besar yang ditandai dengan berbagai macam benda-benda batu besar termasuk bangunan-bangunan dan arca-arca batu besar. Sedangkan jaman logam adalah jaman saat produk logam mulai ditemukan.

Penemuan seni rupa tertua masih diperdebatkan karena ada bentuk artistik yang ditemukan pada cangkang kerang diketahui berusia sekitar 500.000 tahun, namun tidak diakui sebagai karya seni. Penemuan corak garis-garis menyilang pada batu yang berusia sekitar 70.000 tahun juga dianggap bukan karya seni oleh beberapa arkeolog. Untuk hasil karya artistik tertua yang benar-benar diakui berusia sekitar 40.000 tahun. Tentunya data-data ini masih bisa berubah seiring dengan penemuan-penemuan baru. Yang terpenting dengan ditemukannya seni rupa jaman prasejarah adalah kenyataan bahwa manusia sudah memiliki sensitifitas seni sejak jaman dahulu kala. Walaupun masih sangat sederhana, karya tersebut memiliki nilai seni yang penting dan masih bisa dinikmati sampai masa kini.

Batas Masa Seni Rupa Jaman Prasejarah Tidak Sama di Daerah yang Berbeda

Seni rupa yang dikatakan sebagai hasil jaman prasejarah diartikan sebagai hasil karya manusia yang memiliki tujuan artistik yang dibuat pada masa sebelum adanya tulisan atau metode lain yang bisa digunakan untuk menyimpan suatu rekaman sejarah. Pada suatu titik masa disaat ditemukannya bukti tulisan, maka masa tersebut sudah tidak lagi dikatakan sebagai masa pra-sejarah tetapi dikatakan sebagai masa kuno. Oleh karena itulah, batas masa jaman prasejarah tidaklah sama antara satu daerah dengan daerah yang lain. Sebagai contoh, bukti tulisan sudah muncul pada zaman besi di Mesir tetapi di Indonesia baru muncul bukti tulisan setelah masuknya budaya Hindu dan Budha. Selain itu, sistem penulisan yang hilang dan belum bisa diterjemahkan bisa membuat suatu kebudayaan diklasifikasikan sebagai bagian jaman prasejarah. Oleh karena itulah, kita tidak bisa menyamakan batas masa seni rupa jaman prasejarah di seluruh dunia.

No Responses

ADD YOUR COMMENT