seni rupa sebagai bahasa visual

Seni Rupa Sebagai Bahasa Visual

FacebookTwitterGoogle+Share

seni rupa sebagai bahasa visualSeni rupa sebagai bahasa visual, itu adalah ungkapan yang seringkali kita dengar, baik langsung dari para seniman maupun para pengamat seni. Seni rupa bisa didefinisikan sebagai  salah satu cabang seni yang membentuk suatu karya dua atau tiga dimensi yang dapat ditangkap oleh mata serta dirasakan dengan indra peraba. Kesan yang dihadirkan oleh sebuah karya seni rupa dibuat dengan mengolah beberapa macam unsur, yakni titik, garis, bentuk, bidang, volume, warna, tekstur, gelap terang atau pencahayaan dan lain sebagainya. Tentunya, untuk dapat disebut sebagai sebuah karya seni, kesemua unsur tersebut haruslah diolah dengan menggunakan acuan nilai estetika.

Apa Itu Seni Rupa Sebagai Bahasa Visual

Suatu bentuk seni, termasuk seni rupa memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Seni rupa sebagai bahasa visual berarti memberikan suatu pengaruh yang nyata, baik secara individu maupun sosial yang hadir dari kesan visual yang ditampakkan.  Meski demikian, secara umum, fungsi dari seni adalah:

  • Seni rupa murni atau yang dalam bahasa Inggris diartikan sebagai fine art.

Karya seni yang termasuk di dalam fungsi ini dibuat atau diciptakan dengan sangat bebas tanpa memperhitungkan segi manfaat atau fungsinya. Seorang seniman menciptakan karya seni ini dengan sangat bebas; seniman membuatnya sebagai ungkapan isi hati atau ide yang dimilikinya. Karya seni murni lebih berfungsi individual. Contoh karya seni murni seperti seni lukis, seni grafis, seni patung dan sebagainya.

  • Seni rupa terapan atau yang di dalam bahasa Inggris disebut sebagai applied art.

Karya seni ini, selain memperhitungkan unsur estetisnya, juga mempertimbangkan segi manfaat yang bisa diberikan sehingga sebisa mungkin dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari – hari. Wujud dari karya seni ini bisa sangat beragam; intinya, selama memiliki nilai estetis dan sekaligus juga memberikan manfaat yang nyata dalam kehidupan. Oleh karena itu pula, seni terapan juga bukan hanya memberikan fungsi individu saja, namun juga fungsi social.

Hampir setiap wujud seni rupa merupakan suatu bentuk visual karena dapat dilihat dan dinikmati oleh indra penglihat (mata), oleh karenanya, unsur yang menjadi dasar pembuatan karya seni rupa lebih bersifat nyata atau visual. Dan, Seni rupa sebagai bahasa visual juga sekaligus berarti bahwa karya seni ini bisa dinikmati oleh siapapun.

ADD YOUR COMMENT